Memanfaatkan Internet di Sekolah-sekolah

Manfaat
1. Penyebaran materi dari pusat ke daerah

Kita semua tahu bahwa untuk distribusi materi cetak dari pusat ke daerah sangatlah memakan waktu dan biaya. Mencetak tentunya memerlukan biaya yang tidak sedikit demikian pula waktu untuk mencetaknya. Selnajutnya berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mendistribusikannya sampai ke pelosok-pelosok diseluruh nusantara. Distribusi ini tentunya tidak hanya akan memamakan waktu dalam hitungan hari tapi juga minggu atau bahkan bulan mengingat topografi wilayah indonesia yang sangat luas serta banyak bukit dan lembah, disamping juga saran transportasi yang masih jauh dari sempurna.
Situasi diatas pun diperparah keadaanya dengan adanya praktek-praktek pungutan liar atau percaloan dalam proses pembuatan ataupun pendistribusian materi. Rumit memang tapi bukan tidak mungkin hal itu bisa dipecahkan. Sebagai bahan pertimbangan mungkin dengan memanfaatkan teknologi informasi semua itu bisa dilaksanakan dengan seefisien mungkin. Dengan asumsi internet tepasang disemua sekolah atau instansi pemerintah maka:

  • Distribusi materi bisa dilakukan dengan melakukan download file saja diserver milik pemerintah atau departemen. Hal ini tentunya akan sangat mengirit biaya dan waktu. Apabila distribusi konvensional memerlukan waktu dalam hitungan hari minggu ataupun bahkan mungkin bulan, maka dengan cara mendowload file tersebut hanya membutuhkan waktu dalam hitungan detik atau bahkan menit dan detik.
  • Kalau ada update dari materi maka bia dilakukan laksung disever dan kemudian didownload kembali oleh instansi atau sekolah-sekolah didaerah. Update atau revisi sebuah materi dapat dengan mudah dilakukan bahkan secara periodik.
  • Demikian pula tutorial terhadap materi yang didistribusikan nantinya tidak hanya dalam bentuk teks tapi juga dalam bentuk audio dan video.

2. Komunikasi data, gambar dan suara

Komunikasi tertulis secra elektronik memang belum lazim dilakukan dinegara kita seperti misalnya denan e-mail. Fasilitas yang satu ini memang sangatlah efektif dan efisien untuk keperluan kita sehari-hari, khususnya untuk keperluan penyampaian informasi.
Dengan memanfaatkan komunikasi dengan elektronik mail ini, tentunya pesan atau informasi yang berbentuk tulisan, gambar dan suara dapat tersampaikan ke penerima hanya dalam hitungan menit bahkan detik. Bandingkan dengan surat konvesional yang tentunya akan memakan waktu berhari-hari apalagi bila si penerima atau pengirim pesan berada di daerah terpencil seperti di pedalaman Irian Jaya atau di pedalaman Kalimantan, misalnya.
Dengan Teknologi Internet ini forum-forum resmi maupun tidak resmi seperti sarasehan, seminar dan rapat bisa digelar secara online. Terlebih lagi untuk keperluan itu pun pihak-pihak yang terkait dengan keperluan tersebut tak lagi harus menempuh jarak yang tentunya akan memakan waktu dan biaya. Biaya-biaya untuk SPPD dan sebagainya bisa dialokasikan ke pos yang lain. Disadari atau tidak hal-hal seprti ini tentunya akan mengundang pro dan kontra. Bagi pihak-pihak yang sering memanfaatkan kesempatan-kesempatan tersebut sebagai suatu peluang untuk emeperkaya diri tentunya pasti akan langsung tidak setuju dengan segaa argumentasinya.

3. Forum diskusi, kuliah maupun tutorial jarak jauh

Seperti telah disampaikan diatas froum-froum diskusi resmi, rapat, ataupun seminar bisa dilakukan dengan mudahnya secara online. Hal ini tentunya bisa dimanfaatkan sebagai media untuk peningkata sumber daya manusia di lingkungan dunia pendidikan ataupun instansi terkait. Cukup dengan duduk didepan komputer dan pemateri menyajikan dari pusat maka diskusi dan pembinaan pun bisa dilakukan diseluruh indonesia secara online. Disadari atau tidak dengan cara-seperti ini pun konsultasi antar pusat dan daerah pun akan semakin intensif.
Skill dan pengetahuan sumber daya manusia bisa dibentuk dengan belajar baik mandiri maupun lewat komunitas belajar. Bayangkan bila hal seperti diatas (diskusi online) bisa dilakukan betapa efektif nya proses pengembangan sumberdaya manusia di Instansi yang bersangkutan. Melalui komunitas online ini informasi dengan sangat mudahnya tersampaikan ke banyak sumberdaya manusia diseluruh indonesia. Jauhnya jarak antara ujung pulau sabang dengan ibu kota tentunya tak akan menjadikan alur informasi masuk kesana. Studi literatur bukanlah menjadi masalah keran semunya dapat dilakukan secara online memlalui media internet.

4. Sarana research disekolah

Riset bukanlah jadi masalah dengan adanya Internet disekolah. Seorang siswa bukan tidak mungkin akan lebih tahu banyak dari pada gurunya. Karena semua informasi tersedia di Internet. Imaginasi, minat dan bakatlah yang akan membatasi seorang siswa dg akses internet untuk terus melakukan riset.

Riset yang selam ini tampaknya menjadikan banyak orang berfikir wah atau bahkan merinding karena bayangan prosedur tertulis dan bahkan prasyarat kajian pustakan yang dingin dan takmenyenangkan akan beralih menjadi sebuah kegiatan mengumpulkan informasi yang menyenangkan. Kegiatan mengumpulkan informasi ini pun bisa dilakukan oleh siapa saja, mulai siswa siswa SD yang mencari informasi tentnag boneka Barbie kesayang an mereka atapun mencari kode-kode cheat dari game kesayang mereka pun menjadi sebuah kebiasaan riset yang akan membekas dan membentuk karakter mereka dalam melangkah ke masa depan.
Seorang guru yang kesulitan dengan sebuah konsep pembelajaran atau sekedaar mencari ide-ide segar untuk variasai teknik pembeljaran dikelas bisa langsung melakukan riset (mengumpulkan informasi) di Internet. Daan informasi itupun tidak hanya dari Indonesia dan sekitarnya tapi dari selurh dunia. Seorang kepala sekolah yang kesulitan dalam mencari moedl-model pengelolaan sekolah bisa dengan mudah mencarinya di Internet. Hal-hal tersebut merupakan sebuah contoh kecil dari Pembiasaan riset yang tentunya nantinya akan menjadi catatan bagi mereka pelakuknya. Contoh tersebut tentunya hanyalh sebagian keicl dari kegiatan-kegitan riset-riset yang bisa dilakukan melalui Internet. Masih banyak lagi hal-hal lai tentnuya yang bisa dilakukan dan dikembangan dengan adanya fasilitas akses intenret tersebut.

Yang menjadi pertaya tentnuya bagaimana dengan bahasa di Internet. Bahasa bukanlah menjadi kendala bila kita sudah terbiasa kelak dengan lingkungan di Internet yang memang kebanyakn menggunakan bahasa Inggris. Seiring dengan berputarnya waktu kita akan terbiasa dan akan belajar dengan sendiriny disadari atau tidak. Pornografi? Dan Info-Info negatif? Bagaimana? Tentunya hal intu akan selalu menghantui tapi satu hal perlu diingat bahwa pisau dapur pun akan sangat berbahaya ditangan seorang pembunuh. Namun akan sangat berguna dan bermanfaat ditangan seorang koki.

5. Media pembelajaran
Seperti yang disebutkan diatas bahwa seornag guru yang ingin variasi dalam proses pembelajrannya dikelas bisa dnegan mudah melakuka riset diInternet untuk selanjutnya dapat melakukan manipulasi ataupun modifikasi sesuai dengan Local Need and Content. Dengan demikian bisa kita bayangkan merkea-mereka yang berada di sekolah-sekolah dipedalaman tetap terus dapat mengupdate pengetahuan dan materi serta latihan-latihann yang mereka berikan kepada siswa. Akses teknologi da Infomrasi bukan lagi menjadi monopoli orang kota tapi jorang-orang desa pun akan sanggup dan mampu untuk maju beririnag dengan saudar-saudar mereka yang tinngal dikota.

Disadari atau tidak laju informasi inilah yang akan mendewasakn cara-cara berpikir bangsa kita disamping budaya dan lingkungan sekitar. Tapi setidaknya dengan mudahnya akses informasi ini maka ketimpangan dalam pembangunan yang berkenana dengan faktor manusia bisa di minimalisir. Denagn kata lain Masyarakat desa dan Kota bisa maju bersama beriringan. Tidak seperti sekarang dimana mereka yang dikota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya dan sebagainya bisa dengan mudahnya belajra komputer misalnya atapun bisa mendaftar untuk beasiswa keluarga negeri, tapi mereka yang pelosok dipedalam tentunya seringkalai tertinggal karena informasi dan atau fasilitas itu tidak sampai menjangkau mereka.

Sebuah Alternatif Pengadaan Jaringan Internet Sekolah

Internet khan Mahal? Demikianlah sering kita dengar bagi mereka-mereka yang belum bisa dengan mudahnya mendapatakn akses internet. Karena Memang demikianlah kenyataanya, Interrnet masih menjadi barang mewah. Warnet, ataupun ISP masih memasang harga cukup tinggi bagi rata-rat masyarakat di Indonesia. Bagi masyarakat perkotaan mungkin tidak masalah mengingat pendapatan memrerka sudah mencukupi untuk keperluan itu, tapi bagi masyarakat didaerah-daerah pelosok tentunya masih sangat membebani.

Akan tetapi tidaklah demikian jadinya apabila ada komitmen bersama antara Pemerintah dan swasta. Masih teringat segar dalam kepala kita beberapa tahun yang lalu perangkat gengam yang bernama ponsel adalah barang yang mewah, yang dimiliki hanya oleh kalangan tertentu saja. Tapi hari ini beberapa tahun kemudian ponsel bukanlah barang yang dianggap mewah tapi manjadi sebuah kebutuhan meskipun biaya pulsa nya juga tidak bisa dikatakan murah. Dilorong-lorong kampung pun denag mudahnya kita jumpai orang-orang berponsel. Mulai dari kalalngan eksekutif hingga tukang parkir dan penjual bakso keliling pun berponsel ria. Sekali lagi komitment bersama pemerintah dan swasta untuk memajukan dunia Telematika di Indonesia benar-benar butuh keseriusan. Mengingat disadari atau tidak melalui dunia telematika inilah diyakini perkembangan dunia informasi dan ilmu pengetahuan akan berlangsung dengan pesat.

1. Teknologi Wireless

Indonesia sangat luas sekali deangan wilyahnya yang berbukit dan berlembah yang mana tidak sedikit tempat-tempat desa yang dihuni manusia pun sangat sulit dijangkau. Hal ini lah yang sering kali sulit untuk memajukan masyarakt indoneisa secaraa bersama-sama. Kesenjangan informasi dan pengetahuan menjadi kendala yang tidak bisa dikatakan kecil dalam pembangunan di Indonesia ini. Tmpaknya meskipun akan berjalan terseok-seok dengan adanya jaringan komputer online melalu sambungan wireless akan sedikit banyak mengatasi kendala pembangunan tersebut.