UNAS Online: Alternative test for unsuccesful UNAS testee

Mungkinkah Unas dilakukan secara Online?

Ketika banyak sekali terjadi ketidaklulusan di hampir setiap daerah di Indonesia, terlintas dalam pikiran pasti ada banyak faktor yang menyebabkan hal tersebut. Terlebih ketika lebih detil kita melihat ada beberapa kasus disekolah-sekolah dimana justru mereka yang “langganan” rangking dikelas atau bahkan ada yang sempat menjuarai olimpiade mata pelajaran yang tidak lulus Unas. Melihat kejadian ini mungkin setiap orang pasti akan bertanya, apakah memang faktor kesalahan terletak pada kekurangsiapan si anak dalam arti kurang belajar ataukah si anak memang demam panggung, atau kah kesalah Bapak/ Ibu guru disekolah dalam membimbing mereka? Atau kah perlakuan teknis pihak pengelola Unas yg justru membuat jawaban si anak tadi salah “dibaca” oleh komputer. Yang jelas dalam kasus ini semuanya harus introspeksi diri.

Dalam tulisan pendek ini kita tidak akan membaca bagaimana secara langsung mengatasi masalah tersebut, akan tetapi marilah kita coba pikirkan bersama mengatasi masalah yang ibaratkan nasi sudah menjadi bubur. Merubah kebijakan Unas tampaknya hanya akan menyudutkan pihak-pihak tertentu yang mungkin justru bermaksud baik dengan konsep Unas mereka ini. Bisa juga pihak-pihak yang tidak bermaksud baik tapi justru bermaksud menjadikan Unas sebagai ladang untuk mendapat penghasilah tambahan guna membeli BBM yang memang semakin hari semakin banyak dibutuhkan karena kendaraan bermotor yang mereka miliki di keluarga mereka sudah lebih dari satu. Hal ini mungkin karena memang mereka terlanjur memiliki Purchasing Power yang tinggi akibat pendapatan finansial yg memreka peroleh dari ladang Unas. Yang jelas sekali lagi mungkin…tidak boleh ada yang dipersalahkan ketika kita bicara “mungkin”.

Yang jelas akibat tidak lulus Unas proses karir anak dalam dunia pendidikan sudah terhambat dan mungkin tercoreng. Karena anak harus menunda untuk mengikuti proses pengganti Unas yg berikutnya. Kenapa pemerintah tidak segera memberikan kesempatan kedua bagi anak-anak untuk mengganti nilai mereka yg tidak lulus? Jawabnya tentu karena untuk menggati tes Unas ulangan tentunya tidak mudah. Setiap orang pasti bisa menebak jawaban termudah adalah dikarenakan biaya yang tidak sedikit yang harus dikeluarkan untuk, membuat soal, mencetak distribusi soal dan lain sebagainya. Meskipun siapapun bisa berkilah dengan memberikan jawaban bahwa Unas ulangan tidak bisa dilakukan segera karena alasan pedagogi yang muluk-muluk yang terlalu singkat bila dibahas disini.

Untuk mengatasi hal itu seperti yang telah disebut diatas, maka perlulah kita melirik altrenative Unas secara online. Pro dan Kontra? Pasti.Setidaknya ini adalah sebuah ide yang perlu dikaji dan bukan untuk dimatikan. Butuh keberanian untuk melakukan hal itu. Tapi sekali lagi ini adalah ide yang perlu dikaji dan bukan sekedar ide untuk dikata-katai “gila”, “edan”, “gendeng” dan sebagainya.

Kenapa Online?

Sekilas kata online education akan mengundang orang untuk membayangkan tentang komputer dan internet. Mereka pun juga akan berpikiran bahwa hal ini tentunya akan membutuhkan biaya yg jauh lebih mahal. Dan mungkin dengan banyak implikasi yang bahakn tidak diharapkan semisal, kecurangan, ketidak siapan sumber daya manusia, computer literacy dan sebagainya. Mungkin juga akan ada yang berpendapat bahwa hal itu justru hanya kan menguntngkn mereka yang ada di kota, dan sebgainya dan sebagainya.

Yang bisa kita katakan disini adalah bahwa pendapat itu semua bisa jadi benar. Namun demikian yang justru menjadi tantangan bagi kita adalah bagaimana kita mengatasi kendala-kendala baik yang teknis maupun yang non teknis seperti masalah administrasi tes kesiapa anak dan sebagainya. Mungkin muncul juga pertanyaan tentang kenapa pula kita harus memakasakan diri untuk menggunakan ide online test? Atau bahkan mungkin akan ada puluhan pertanyaan pertanyaan lain yang meragukan penerapan Unas online.

Untuk menjawab itu semua marilah kita bersama mengkaji apakah sebenarnya online test yang dimaksud, bagaimana kemungkinan dilaksanakan, serta kemungkin adopsinya untuk Unas online.

Online test sudah mulai diberlakukan untuk bebagai disiplin ilmu didunia ini misalnya ada tes kompetensi bahasa inggris online seperti TOEFL, ada juga tes psikologi online. Dibeberapa perguruan tinggi dan juga disekolah negara bagian Texas America pemerintah mulai tahun 2006 ini meberlkukan tes online. Tidakkah hal itu mengundang kontroversi? Jawabnya tentu.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh…….. di Kuwait menunjukkan bahwa online test mebuktikan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antar pelaksanaan test matematikan secara online dan tertulis. Dijelaskan bahwa score yang diperoleh anak baik dalam paper based maupun computer based test tidak ada bedanya.yang kedua, bahwa computer anxiety tidaklah berpengaruh pada performace anak.Dan juga bahwa penglaman anak dalam menggunakan komputer juga tidak mempengruhi hasil dari test online yg mereka disain.

Sementara penelitian dengan maksud yang sama yaitu untuk mengetahui adakah perbedaan antara paper-based dengan online tes yang dilakukan oleh …..menunjukkan bahwa ada perbedaan yang cukup siginifikan antara paper based dan online test. Ada juga pendapat dari para para pengamat yang merespons atas ide akan diberlakukan nya online test ditexas dengan mengatakan bahwa dikhawatirkan pelaksanaan tes tersebut hanya akan mencakup terlalu sedikit dari apa yg disebutkan didalam kurikulum dan juga dikhawatirkan guru-guru hanya akan mempersiapkan anak untuk tes online itu saja.