Belajar itu tidak enak, tapi….

Mengumpulkan informasi dengan membaca, menonton, bertanya dan sebagainya mungkin bukan hal yg sulit apa apabila kita tertarik dengan topik nya. Namun akan menjadi sebuah siksaan tatkala topiknya tidak benar-benar menarik bagi kita. Namun demikian kegiatan mengumpulkan informasi dan pengetahuan akan terasa manis nya, ketika kita menyadari dan tahu bahwa informasi itu bisa kita bagi dengan orang lain dan hanya kita yang bisa melakukannya.

Lalu bagaimana menjadikan kegiatan mengumpulkan informasi tadi menjadi menarik meski awalnya tidak menarik? Bagi saya itu adalah sesuatu yg sangat berat untuk dijawab. Meski mungkin tidak berat bagi orang lain untuk menjawabnya. Bagi saya kegiatan mengumpulkan informasi yg berat tadi, harus didorong oleh sebuah motivasi, dan motivasi yg efektif bagi saya adalah mewujudkan sebuah impian.

Meski terkadang impian itu pun bisa pudar dan berpengaruh pada motivasi, tapi setidaknya akan jadi pendorong yang ampuh untuk menerjang rasa malas akibat tidak senang akan sesuatu. Selain mimpi, satu lagi motivasi bagi saya selama ini, yaitu tanggung jawab moral yang terkait dengan kegiatan mengumpulkan informasi tadi, tanggung jawab moral sebagai seorang pendidik, dan paling tidak karena tanggung jawab moral sebagai anak buah. Meskipun demikian, terkadang tanggung jawanb moral itu pun harus ‘luntur’ atau melemah juga ‘ ketika ‘badai’ menerpa.

Apapun yg terjadi saya harus belajar karena tugas saya adalah mengajar dan juga karena kewajiban kita sebagai manusia memang harus belajar. Saya harus belajar untuk ber’negosiasi’ dengan badai yang menghabat saya untuk mengumpulkan informasi dan pengetahuan. Karena apa yg saya peroleh dari negosiasi dengan badai itu adalah juga informasi yg dapat sangat bermanfaat untuk kemudian saya ajarkan kepada orang lain. ‘Badai’ yang berakibat pada malasnya kita untuk mengumpulkan informasi harus saya taklukkan. Berhasil atau tidak itu bukan pertimbangan utama, yang utama adalah berusaha bernegosiasi dengan ‘badai’ itu.

Lalu bagaimanakah kegiatan mengumpulkan informasi yg menyenangkan? Marilah kita kembali mengingat betapa ‘curious’ nya kita ketika mebaca sebuah headline tentang artis, politik, olah raga dan hal-hal lain yang mengusik keingintahuan kita, yang menjadi minat dan hobi kita. Kita akan membaca berita itu kata demi kata demi memuaskan keingin tahuan kita. Bahkan hingga kata terakhir pun seolah tak memuaskan kita sehingga kita pun terus memburu berita seputar headline itu. Kita pun berusaha mencari berita terkait, demikian seterusnya.

Ketika sorang ibu rumah tangga ‘curious’ dengan harga bawang yg naik turun’ makan seolah info dari satu Koran saja tidak cukup, dia akan baca 10 koran yg memuat berita serupa. Tidak cuma koran, browsing di internet, mendegarkan radio, menonton berita di TV, bertanya ke tetangga kanan dan kira dsb. yg intinya adalah untuk mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya tentang harga bawang, untuk sekedar memuaskan keingintahuan mereka. PUAS kah si ibu? Belum… karena kepuasan itu akan terasa ketika si ibu tadi sharing informasi yang dia dapatkan kepada orang lain,dan ketika dia dapat menjawab pertanyaan orang lain dengan pengetahuan yg dia miliki dan kemudian ”show off’ bahwa saya lebih tahu dari orang lain, dan atau menyadari bahwa saya bisa bantu orang lain dengan informasi yg saya miliki.

Demikianlah sesungguhnya belajar. Yaitu kegiatan mengumpulkan informasi, terkadang senang dan terkadang sangat tidak enak. Tapi yg jelas kalau kita punya informasi maka kita pun punya kesempatan untuk bahagia… kapan? Takala kita bisa berbagi informasi yg kita miliki dan mengajarkan nya kepada orang lain…. SELAMAT BELAJAR (selamat berburu informasi dan ber ‘refleksi’)