ICT Literacy vs ICT Competence

 

Kata ‘literacy‘ dan ‘Competence‘ yang dalam bahasa Indonesia kita terjemahkan dengan literasi dan kompetensi adalah dua kata yg tidak sama. Namun sering kali dua kata itu kita dengar digunakan orang-orang seolah-olah memiliki makna yg sama. Hal ini bisa jadi dikarenakan belum adanya kesepahaman umum diantara penggunan dua kata itu. Atau bisa jadi karena kata ini adalah kata serapan maka penggunanya pun juga sering kali menggunakannya hanya untuk mewakili ide sekilas saja yg terlintas didalam benak penggunanya tanpa terlebih dahulu lebih jauh mendalami maksud dari kedua kata itu.

Dalam sebuah panduan yg dikeluarkan oleh ITEA (international technology education association) penggunaan kata literacy dan competency dalam bidang kajian technology dalam pendidikan dibedakan sebagai berikut:

Kata ‘literacy‘ lebih diperuntukkan menggambarkan pengetahun umum sesorang akan fungsi dan kegunaan suatu atau bermacam-macam teknologi. Sehingga orang tersebut akan dapat merasakan kehadiran teknologi sebagai sesuatu yg menakutkan atau justru sesuatu yg sangat menyenangkan bila digunakan. Dengan kata lain orang tersebut mengenal akan dunia teknologi meski tidak ahli secara khusus didalam memanfaatkannya tapi tahu fungsi dan kegunaanya serta. Dan ini lebih umum sekali makna nya dibanding dengan kata ‘Competency‘ yg dimaksdkan untuk menggambarkan suatu keterampilan teknis khusus yg dimiliki oleh seseorang. Misalkan seorang yang dikatakan sangat berkompeten dalam dunia manipulasi grafis. Maka kompetensi yg dimaksud adalah keterampilan dan pengetahun khusus untuk manipulasi grafis saja.

Dengan kata lain kata ‘Literacy’ lebih pada ‘keluasan’ pemahaman seseorang akan dunia technology/ ICT sedangkan kata ‘competence’ lebih mengacu pada ‘kedalaman’ pemahaman atau keterampilan seseorang akan suatu bidang teknologi seperti yg dicontohkan diatas. Maka seorang yang dikatakan ICT Competent/ technology competent belum tentu juga ICT literate