STRESSED vs DESSERTS

Dalam sebuah meeting diruang supervisor di USQ, Assoc. Prof. Jeong-Bae SON, secara tidak sengaja aku melihat sebuah anagram dari kata ‘STRESSED dan DESSERTS. Mulanya aku tidak menyadari kalau itu sebuah anagram. Hingga akupun bertanya apa maksud dua kata itu, yang oleh beliau ditulis agak besar di whiteboard di kantornya dan agak terpisah dari kata dan kalimat lain yang ada di atas whiteboard tersebut.

Lalu beliau menjelaskan bahwa segala sesuatu itu tergantung dari cara kita memandang dan menyikapi. Bahkan ‘stressed‘ pun bisa jadi ‘desserts‘ (istilah dalam Bahasa Inggris untuk makanan penutup, yg insyaAllah disukai semua orang) bila kita memandangnya dengan cara yangg benar. Coba saja dilihat, jika kita hanya melihat kata STRESSED dari sebelah kiri maka memang STRESS lah maknanya, kata yg cukup berat dalam hidup kita, Namun jika kita memandang nya dari sudut pandang lain yaitu dari kanan ke kiri, maka kata STRESSED pun bias jadi DESSERTS.

Intinya, kalau ada masalah marilah kita tidak hanya memandang dari satu sisi masalah itu, kata beliau, tapi cobalah kita lihat dari sudut pandang yang paling positif yang dapat memotivasi kita untuk bekerja dan berprestasi. Semoga nasehat ini juga bisa bermanfaat untuk pembaca sekalian.