Contextual Learning dengan Memanfaatkan Augmented Reality (AR) [untuk Pembelajaran Bahasa]

 

Imaginary Scenario

 

Seorang guru menugaskan murid-muridnya di kelas Bahasa asing (Inggris) untuk bekerja kelompok. Tugas dari kelompok itu adalah untuk menjelajahi sekolah dan menemukan lokasi-lokasi tertentu yang sudah di tandai oleh si Guru. Dilokasi itu seorang guru kemudian menempatkan sebuah lembaran informasi yang berisi petunjuk yang harus diikuti dan sebuah QR code. Dengan berbekal sebuah mobile phone yang ber operating system Android, iOS ataupun Windows phone mereka menscan QR code yang tersedia untuk mendapatkan informasi selanjutnya.

 

QR code tadi langsung terhubung dengan sebuah file MP3 yang dapat mereka dengarkan secara streaming. Dengan mendengarkan informasi itu siswa diminta untuk menuju kelokasi selanjutnya dengan memasukkan kata kunci ke google maps yg ada di hapem ereka. Dengan dipandu sebuah software navigasi merekapun menemukan tempat/lokasi yang dimaksud. Dilokasi itu mereka, diberi petunjuk tertulis untuk megidentifikasi berapa ketinggian tiang bendera yang ada dilokasi itu. Untuk mengukur ketinggian itu mereka cukup menggunakan aplikasi AR yg ada di HP mereka.

 

Setelah mengetahui ketinggian tiang bendera tadi, mereka pun diminta untuk mengisis online quiz yang berisi tentang tinggi tiang bendera yang telah mereka ukur. Untuk dapat mengerjakan quiz online , sekali lagi mereka harus scan QR code yg ada di lembar petunjuk dilkasi dekat tiang bendera tadi. Quiz berupa pertanyaan tertulis dan audio. Begitu mereka selesai mengerjakan quiz kegiatan diakhiri dengan memotret benda-benda yang mereka lewati sepanjang jalan yang sudah ditandai oleh guru. Setelah itu kegiatan ditutup dengan mengupload photo-photo yang mereka ambil dan menceritakan disebuah blog yg sudah disediakn oleh guru.

 

Lesson learned

 

Dengan melihat scenario itu, pelajaran apa yang bisa kita petik? Yang pertama adalah bagaimana kegiatan Belajar itu bisa menyenangkan dengan memanfaatkan teknologi augmented reality berupa GPS navigation, Alat ukur ketinggian, QR code, yg kesemuanya itu menghubungkan dimensi tertulis sebuah materi pembelajaran dengan benda real dilapangan. Dengan begitu Belajar tidak hanya dari satu sumber dan memanfaatkan tidak hanya satu indra saja tapi justru beberapa indra terlibat didalamnya. Sehingga akan lebih memberikan stimulus yg lebih kuat bagi siswa untuk mengingat pengalaman Belajar mereka.

 

Yang kedua adalh kegiatan Belajar dilua kelas, yang tidak lagi one way communication tapi justru menhendaki mereka untuk lebih intens berkomunikasi dan bekerja sama dengan teman kelompoknya. Mereka dikondisikan untuk berkerja kelompok dan memecahakn masalah kontekstual yang ada didepan mereka.

 

Keterampilan berbahasan pun juga akan terasah. Keterampilan itutidak hanya berupa keterampilan membaca saja tapi, menulis, dan menyimak. Keterampilan itu tidak hanya dilaih secara absurd dengan mengerjakan tugas-tugas yang tidak bermakna tapi justru langsung digunakan untuk menerima informasi dan mengkomunikasikan informasi secara nyata.

 

Refleksi – Untuk bahan research lebih lanjut.